Wednesday, February 6, 2013

Bangkit.

"Walaupun tangisan menderu dalam hati, aku tetap mahu cuba senyum di mata dunia. Sebab aku tak mahu tarik warni dunia jadi kelam dan debu. Aku mahu cuba untuk bina kekuatan dengan senyum."

Assalamualaikum. :)

Lama tak menaip. Rasa janggal. Selalu bukak blog, ada idea, tapi teknik menaip macam kosong. Tutup balik blogspot. Membazir nikmat waktu dalam tak sedar. -__-"

Cerita tentang new experiences. Banyak. Tapi tak tahu macam mana nak lagukan dalam tulisan. Kenapa entah.

Maybe sebab takut. Takut kalau buat random spilling, everything would turn out waaaa~~aaay too melodramatic and boleh buat sobbing materials. Biasalah drama queen memang macam tu. So lebih baik mengelak. Haha :D

Ataupun sebab rasa takut orang tahu yang aku ni sebenarnya lemah, maybe? Tak macho lah kalau asyik spill masalah aja. Bukannya hidup orang lain tu semuanya fairytale kan? Setiap orang mesti ada masalah sendiri. Kita aja yang tak tahu.

Cuma, setiap kali hati diredam masalah sampai terasa tak mampu nak bangkit berdiri, gagahkanlah. Kalau tak bangun, macam mana nak melangkah ke arah cahaya? There's always light at the end of every tunnel. You just need to gather up all the strength and keep moving on. Ingat janji Allah dalam surah Al-Insyirah, ayat 7: "Sesungguhnya pada setiap kesusahan itu ada kesenangan."

Mungkin journey tu terasa lama. Mungkin Allah SWT sengaja lukiskan takdir kita begitu. Tapi selagi kita bertahan dan terus melangkah, tak nampak ke yang kita sebenarnya semakin tabah dan kuat? :) Allah SWT itu cantik caranya mengajar kita. Tak ditunjukkan kita kesusahan itu macam mana. Terus diuji dengan kadar kemampuan hambaNya. Kan senang, bila belajar melalui pengalaman? :)

Bukan tak boleh nak bersedih langsung. Menipulah kan. Manusia kan dicipta dengan fitrah perasaan yang mudah tersentuh. Lebih-lebih lagi perempuan. Ada masanya, kita memang perlu menangis. Lepaskan semua kesedihan tu. Kadang-kadang, ia buat hati rasa lebih ringan. Rasa lebih senang nak decide untuk let go semua punca kesedihan tu sendiri.

Menangis itu baik. Meratap dan merintih itu tidak. Tak baik untuk hati dan perasaan sendiri. Jadi, menangis dan lepaskan. Jangan pendam dan jangan tarik kesedihan tu untuk beraja dalam hati. Sekejap sudah cukup. Kerana Allah SWT pesan dalam surah Al-Anfal, ayat 40: "...jangan bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kalian..." :)

Sometimes being strong enough to let go is the best remedy for a broken heart.

It's the only choice after all :)

What to do then? After all the sobbing story?

Easy. Continue your journey. Teruskan melangkah. Lukis cerita baru. Warnakan kanvas hidup dengan corak yang kita pilih sendiri. Biar ada hikayat untuk dilipur larakan pada generasi. Yang penting, kita belajar dari apa yang silap. Bangkit dari kejatuhan. Bagaimana kita usahakan untuk sampai ke destinasi itu yang penting, bukan destinasi itu sendiri. Biarlah jalan kita lebih panjang dan penuh duri, nanti kita akan keluar sebagai insan yang ampuh dengan kesakitan. :)

Hidup dalam fairytale tak indah mana pun. Sebab kita tak ada ruang untuk belajar baiki motivasi diri. :)

p/s: kutip ceraian hati. Bentuk hati baru yang lebih baik :)

Monday, November 19, 2012

Bersyukurlah.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri nikmat sihat hari ini.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri peluang untuk beribadah hari ini.

Alhamdulillah, 
Masih Allah beri ruang untuk perbaiki diri.

Alhamdulillah,
Masih Allah tegur, dimana kurangnya aku sebagai hamba.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri nikmat aman pada Malaysia sekarang ini.

Alhamdulillah,
Masih Allah ingatkan aku untuk bersiap menghadapi mati.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri aku nikmat beribu bapa.

Alhamdulillah, 
Masih Allah sayang aku dengan nikmat saudara.

Alhamdulillah,
Masih Allah kasihkan aku dan beri aku sahabat2 sejati.

Alhamdulillah,
Masih Allah kurniakan aku sihat untuk menjalani baki usia.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Tak akan pernah aku berhenti bersyukur pada segala nikmat ini Ya Allah.

Tak akan mungkin pernah.

Sombong lah aku,
Riak lah aku,
Takbur lah aku,
Jahilnya aku.

Andai pernah aku berhenti mensyukuri nikmat dari engkau.

Semoga tak akan pernah Kau tarik nyawaku,
sebelum aku sempat bersedia menghadapi mizanMu.

Wahai Allah,
Tuhan yang maha mendengar dan memperkenankan doa hamba Nya.

Saturday, November 17, 2012

Tears.

O Allah,
I see tears today.
As of the ones I see yesterday.
And many days before.

I see a man,
Running from the bomb dropped in front of his feet,
But not backing, and still trying to win against the army.
Is it the army of men?
No, its the Shaytan in the face of a man.

I glance to the side,
And see a woman.
Grieving over a small body in front of her,
Covered with blood,
And does not seem to breathe anymore.

I stole the sight of another direction,
Wonderful children sitting on earth,
with eyes filled with determination
I see them study under the hot blaze.
before I heard sound of deadly call.

Everything goes dark.

When eyes open,
I want to see them again.
But what's left was dust.
Pieces of clothes.
And bleeding soil.

I can't watch it anymore.
I can't watch these anymore.

O Allah,
protector of all living.
Please let me have the chance to set my feet on Gaza,
and lend me the strength to do anything I can
to help our family there.

Thursday, November 15, 2012

Kerana aku masih sedang mencuba.

~Bukan mudah untuk berubah, tapi lebih susah untuk kekal dalam lembah yang makin usang.

Assalamualaikum.

Aku rasa, mula dengan post ini, aku akan menaip dengan nada yang bukan aku. Ritma yang bukan aku. Dan stigma yang bukan aku. Kerana aku rasa, sehingga fasa perubahan ini selesai, aku tidak harus menjadi aku yang lama, dan belum pantas menjadi aku yang baharu. Titik.

Boleh buat skrip pentas tak? :3 hahaha

Lama tak jumpa. Hai blog, hai readers. Nak kata xdatang menaip sebab tak ada internet, itu menipu la namanya. Duduk rumah sewa internet laju masyaAllah. Tak study haku. Idea pon ade la jugak...tapi time2 ade idea tu la jari jemari ni pulak yang malas menaip. Time tangan dah gatal gatal nak menaip, otak tiba-tiba blank. Kosong tak ada apa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
macam sekarang. Tajuk tadi apa ea?

Tuesday, October 2, 2012

Because you are a FRIEND.

If you have a problem, you know you can solve it by yourself. By hook or by crook, you just have to. Get off a cliff if you have to. But when the problem comes from your friend, now what should you do? The problem is not initially from you right?

Here's the situation.

I don't effin' care what are you going to do with your life. Like it was related to mine. Let me tell you once: it doesn't. And I don't care if you want to handle it your way. I don't care how many time you lied to your parents. I don't care how many times have you lied to us. Shit on our face. I just don't care. I know I used to care but not anymore. Not after all this time we care and you keep on lying and pretending. So I just don't care anymore. You want to know why?

Because we used to think you just need some space, some time to sit back and relax. Reflect. On whatever you do. But you did not. You're so happy we let you do what you want and you've fallen deeper than ever. And do you know what hurts most? When you lied to us and we found out about it, and you know we know about the lie but you kept on lying like a boss. Stupidity level at it's best.

So please. Please don't drag me in. I have my own life and situation to be taken care of. I want to get rid of you but I just can't. Because you are a friend, and friends stick together no matter what. I wanted to tell you how much I miss the old you, and how much I missed the time we spent together. If only you knew how I want the friend I used to know back when we were still freshmen here. Talking on everything: crush, gossiping, assignments. Spending some valuable sleeping moments revising for test. Hopping around in midnight city after tests. Catching late night movies. All those happy moments.



Don't you cherish it like I do?


I really miss you, friend. :'(

Wednesday, September 12, 2012

Still falling for you


I NEVER KNEW WHEN DID I START LOVING YOU,
BUT THE MOMENT I KNOW I’VE DROWNED TOO DEEP TO BE SAVED.

MAYBE IT WAS WHEN I SEE YOU ON STAGE,
PLAYING THAT MUSICAL INSTRUMENT YOU LOVE,
BECAUSE I KEPT ON LONGING FOR MORE EVER SINCE.

OR MAYBE WHEN I HEARD YOU ARE IN A RELATIONSHIP,
BECAUSE I FELL QUITE HARD ONTO MY FEET.

OR WHEN EVERYTIME I SEE YOU WITH HER,
MY HEART WAS TORN INTO PIECES,
AND I CAN HARDLY BREATHE.

OR WAS IT WHEN I HEARD OF YOUR BREAK-UP,
THAT I WAS FEELING UPSET BECAUSE YOU HURT SO MUCH.

AND MAYBE IT WAS THAT TIME WHEN WE MET,
AND YOU SHOWER ME WITH YOUR SMILE,
I HAVE GLITTERS IN MY HEART,
I THOUGHT I SEE YOUR EYES SPARKLING.


OR MAYBE IT WASN’T ALL THOSE MOMENTS,
MAYBE I DON’T NEED A REASON,
YOU JUST MAKE ME FALL FOR YOU.



YEAH. YOU READ IT RIGHT.
I WAS, AND STILL AM FALLING FOR YOU.

Friday, August 10, 2012

Kawan

dalam sejuta kawan.

banyak yang akan datang waktu kau senang.

separuh dari yang banyak itu, mungkin akan muncul waktu kau susah.

tapi dalam yang separuh tu, berapa banyak yang akan datang seka air mata kau?

berapa mulut yang akan senyum dan pujuk kau?

berapa tangan yang akan tarik kau?

berapa banyak yang mampu tenangkan hati kau?

permata permata ni,
mutiara mutiara ni,
tak akan pernah kau nampak,
sampai saat jatuhnya ujian berat atas bahu kau.

permata permata ni,
mutiara mutiara ni,
sinarnya tak kan kau lihat,
sampai kau betul jatuh dalam gelap.

hari ni,
aku jumpa permata aku.
mutiara aku.
dalam sentuhan kalbu seorang kawan.
yang selama ni aku sangkakan.
cuma biasa sebagai insan.

rupanya aku punya permata istimewa.
aku yang tak nampak.

butanya aku.

I should be working but I am here instead. (=.=")

 Hi, it's me again. In my last post I said to expect my frequent visit, but one can dream. Six years later, here I am. In yet another po...