Saturday, September 26, 2026

I should be working but I am here instead. (=.=")

 Hi, it's me again.

In my last post I said to expect my frequent visit, but one can dream.

Six years later, here I am. In yet another post, another escape.

A lot has happen in these recent six years. 

The world was shaken by a deathly pandemic by the end of 2019. Ugly stuff. So many deaths around the world, took us several years to rebound. Its been six years now, but we still talk about it now and then. Life was hard, we couldn't even walk around freely. A lot of businesses stopped operating, people losing job. But somehow, the living survives. We thrives, becoming even more creative in enjoying life. Online businesses boomed, many small business owners took flight. The pandemic was not pretty, but in a pretty twisted way it was fun too.

I went for umrah. (Excuse me, I'll go cry in the corner for a while). 

Masya Allah such a blessing. Such an honor. Such a blessing. Dapat jejak tanah haram. Dapat tengok Kaabah depan mata. Dapat tawaf. Dapat masuk Raudhah. Dapat solat depan Kaabah. Ya Allah besarnya nikmat Allah beri. Ya Allah rindu. Rindu. Rindu. Ya Allah, semoga di murahkan rezeki kami untuk ziarah tanah suci lagi. Ya Allah, hajat terbesar nak pergi tanah haram setiap tahun. Dua minggu Allah bagi duduk Mekah dan Madinah, tenang betul hati. Tenang sungguh-sungguh. Rasa macam dunia tak ada masalah langsung. Ya Allah rindu sangat. Rindu sangat-sangat. Nak pergi lagi, ya Allah.

I quit once, and returned to the field because apparently, being a homebody doesn't suit me. It was hard being at home with no projection and no target, and I am not the kind who like looking at the same four walls while working and then blinked and it turns into my living space. I'd rather have them separately. So I took an offer to another department. Still the same company. I love it here (Yeay I'm still here. My bosses should have recommended me for a loyalty award.) Great vibe, cool people. The stress is still there, sometimes I wished I had a life tending to my homegrown garden and cook in a little cozy cottage and sometimes sits by the window when in rains with a blanket over me, cup of hot tea in one hand, an old smelly book in another. Reading while listening to the raindrops go pitter-patter on my roofs. I'd open the window when the rain starts slowing down, and smell those lovely smell of fresh grass after the rain. Manifesting such rich life soon, but I will enjoy this chapter of my life as I cruises by. I didn't wake up hating life anymore. Sometimes its hard, but I woke up each day looking forward to what I can do more than I have the previous day.

I travelled a lot, went overseas a few times. Mostly work, sometimes leisure. Alhamdulillah Allah for this sweet opportunities. One childhood dream came true. Singapore, Thailand, India, China, UK. And more to come after this, insyaAllah. I should buy a world map by now. It is slowly coming true. I am living my dream.

I had planned holidays with my girlfriends. Island trips, road trips, hotel stays, barbecues. Something that look small but big enough to keep me a sane human with abundance of joy and memories. Thank you Allah for these bunch of lovely people you have sent to my side. People who never leaves me when I was at my lowest, who deserves to celebrate with me at my best. People who can be monkeying around while keeping me grounded. A party of freaks that gives my life colors. Oh, how I love them.

I got sent to surgery for the first time of my life. On my own. Was warded for the first time ever too. A minor wisdom teeth removal surgery, but I kid you not I was so scared I wrote a will in my phone (It's funny now, but nobody knows I cried before the surgery because I was too scared if I never opened my eyes again). Of course the medical practitioners assures me everything will be alright, but I will never forget his eyes when he says, "if things go wrong, we have anesthetist in the room." (he said this because I have never gone through surgical procedures before, and I didn't know if I will have any reaction to the anesthetic that will be used on me) I don't know if he lies though, passed out by the count of 18. When I regain my consciousness, I was already wheeled out of the operation theater, surgical wool in between my teeth, eyes blurry and words slurries. Discharged with full conscience and a list of dos and don'ts the next day, driving my swollen cheek back home like a happy squirrel stuffed with nuts.

Oh and we got busier since last year, we have expanded and took over another manufacturing company in the northern side of peninsular Malaysia. A lot of our time was spent travelling, coaching and knowledge sharing to get our systems aligned. It was hectic and draining, but every hardship is a lesson learnt and wonderful experience. It will not end any sooner, but we're bracing for anything coming our ways.

There are still a lot more I want to share, but I'll keep it for another post.

Probably in many more years.

PS: I hadn't come in so long I forgot access to my blog. Shame (T_T) Oh, and maybe I will have to change the blog title and layout. Other blog is using the same name and it got confusing. I couldn't find my blog when I looked it up.

Wednesday, November 18, 2020

New Start....maybe?

Assalamualaikum.

Sekian lama membiarkan blog sepi tanpa posting baru, segar dan menjana minda (ataupun tidak dan selalunya memang tidak), maka disinilah kita hari ini.

Ya ampun!!!!

Blog dah umur sepuluh tahun lebih beberapa bulan, beberapa minggu dan beberapa hari.

Last posting 2014.

Ini, kalau blog ni manusia, lama sudah mati katak. *cry in ugly*

Masih ada pembaca ke blog perempuan tidak matang ni?

Hahahaha XD

Hai, permulaan baru (mungkin) sebab rasanya lepas ni nak berjinak-jinak balik menulis blog. Walaupun tak ada view. Sebab..

...I am looking for an escape.

Banyak sangat benda berlaku tahun 2020 ni, I don't even know where to begin.

...actually I do, but since I haven't been posting for a while, trust me they are going to be looooong and tiring to finish. Maybe a novel will come out. I don't know. We'll wait and see.

Tapi satu je la, dalam banyak-banyak benda yang berlaku tahun ni, kereta terbang je yang tak ada. *dry humor*

Oh, dan sang pemilik blog masih single dan awesome. Kahkah. *masih lagi dry humor*

I will be writing soon so do expect me okay?

This is a warm up, and a start up!!

Toodles!

Sunday, May 18, 2014

Kawan. Sahabat. Memori :)

Assalamualaikum.

Kembali bersua. Hahaha~~ Apahal gaya baca berita dah ni. Ok? *clear throat* Hai. Lama kan xbuat post baru? Lama sangat. *self conscious* Blog dah nak cecah usia empat tahun, tapi update post ada lah setahun tiga, empat kali. Ni kalau blog ni ada nyawa, dah lama mati kebulur. Nampak tak pemalasnya tu? Haaa...memang tak tergambar dengan kata-kata -_-" I don't know. Tak tahu nak mengarut apa dalam blog. Dalam dunia realiti, sang penaip ni boleh tahan jugak banyak mulutnya dengan orang-orang terdekat. Tapi tak tahu kenapa tiap-tiap kali nak datang menaip kat blog rasa macam nak tulis benda-benda serius aje. Sebab dah insaf banyak sangat tulis menda mengarut sebelum ni? Kan setiap manusia tu akan dipertanggungjawabkan atas setiap keputusan dan perbuatan dia? Waima seketul ayat pun yang ditaip kat blog. Apa lagi yang diperbuat depan orang. Banyak sangat buat dosa ni. *insaf*

Datang hari ni sebab nak mengarut lagi. Mohon ampunkan.

Situasi: Kawan.

Haha. Itu watak sebenarnya. Tapi situasinya berkait lah. Paham kan? Kalau xpaham pun mohon anggukkan aje. Nama pun nak mengarut kan, normal lah kalau orang tak paham tu.

Jadi, kenapa dengan kawan?

Banyak orang rasa kawan-kawan tu perkara biasa terjadi dalam hidup. The one yang kita consider close gila-gila, kenal kita luar dalam itu lah yang luar biasa, yang selalu orang nobatkan sahabat. Macam-macam lah. Sahabat sehidup semati lah, sahabat dunia akhirat lah, sahabat miskin kaya lah. Macam-macam. Memang, x adalah nak nafikan memang sahabat itu harusnya macam tu. Tapi, yang namanya sahabat tu asalnya siapa? Bagaimana dia jadi sahabat? Tentulah dasarnya dia pun sekadar kawan bukan? Jadi, disini datangnya cerita dan situasi, yang jadi puncanya kenapa ada post baru ni *giggles*

Tahun 2010, UniKL MICET menjemput khalis bernaung dibawah kembangan sayapnya, memberi peluang khalis belajar lebih jauh dalam bidang teknologi. Alhamdulillah, khalis tak membuat pilihan salah. Sebab disini, khalis menjadi lebih kenal dengan kawan-kawan baru, yang sebahagiannya dah pun dinaikkan pangkat sebagai sahabat se air mata. Mulanya sebagai kenalan, jadi rakan sekelas, jadi teman sebilik, akhirnya berkongsi rahsia, dan menjadi sahabat. Cantik susunan yang Allah SWT tentukan tu.

Jujur khalis cakap, khalis bukan jenis senang berkawan. Seperti yang dikatakan dalam post sebelum ni, khalis boleh dikategorikan sebagai anti sosial - yang sekarang dah semakin sosial *istighfar* - dan selalu di cop sombong oleh sesetengah orang. Tak apa, kadang khalis rasa lebih selesa dilabel begitu. Sebab sekarang, banyak benda yang khalis buat, kadang difikir balik dan buat khalis rasa kecewa dengan diri sendiri. Rasa macam, "I did this and that wrong," "This won't happen if..", "I shouldn't have done that.." dan sebagainya lagi. Ok stop pasal tu. Bukan topik mainstream. Lain kali kita cerita tentang muhasabah, ok? :)

Sebab khalis seperti diatas, khalis kurang bergaul dengan kenalan-kenalan sekelas. Cuma seorang dua yang memang dah dibuat kawan dari pertama kali jumpa. Dan yang seorang dua itu lah yang kekal jadi sahabat sehingga sekarang - tahun 2014 - ni. Tapi, pokok ceritanya hari ni, tentang kawan-kawan sekelas yang dah hari-hari dipandang dari tahun pertama dulu. Tentang si tujuh belas orang itu.

Memang kelas khalis tak ramai pun. Untuk batch khalis, budak-budak FoodTech ada 17 orang saja. Itupun, masa semester satu dan semester dua, kami terpisah kelas. Masuk semester tiga, baru disatukan yang tujuh belas itu dalam satu kelas yang sama. Terasa juga kekoknya. Haruslah kan, baru nak bertemu muka dan memikirkan ada lagi lima semester nak menghadap muka yang sama, lepas dua semester dihadapkan dengan muka yang berlainan. Memang kekok tu sangat ketara.

Tapi, sebalik semua rasa kekok tu, tersimpan kenakalan masing-masing yang tak ternampak masa semester tiga. Yang cuma ternampak lepas rasa selesa duduk-lepak-sembang sama-sama. Yang memang tak terduga pun kepala otak masing-masing lebih kurang sama level aje masuk angin. Sama-sama tak center. Sama-sama boleh diajak buat gila tanpa soal jawab panjang lebar. Baru terasa seronok sekelas tu. Bila dengan semua orang pun boleh diajak sembang pakai senggol siku aje. Real friendship.

Semua seronok nak dibuat, sampai satu waktu semua orang dah nak LI. Dimana semua orang mula packing barang. Bilamana yang nak ditinggal mula pasang lagu-lagu sendu. Lagu goodbye. Bila ternampak yang nak meninggalkan tengah packing kain baju, mula tarik muka sedih dan nyanyi break-up songs dengan nada sumbang dan tersedu-sedu. Bila yang nak meninggalkan mula beriwayat pesan memesan macam dah tak nak jumpa limabelas tahun. Bila akhirnya hari terpisah tu tiba jugak.

Demi rakan-rakan, yang nak melebarkan sayap ke langit lebih luas dan terbuka, kononnya tak harus tumpahkan walau setitik air mata. Biar mereka tak sayu, kononnya. Senyum je. Ketawa je. Menangis itu jadi kepantangan. Tapi, bila bunyi enjin kereta dah sapa hawa telinga, spontan aje mata dah bertakung. tanpa disuruh, tanpa disengaja. Sebab mahalnya semua perbuatan dan dah jadi rutin untuk ditengok setiap hari.

= = Bangun tiap siang dileter sebab lambat. Malas siapkan assignment dikuliah dengan tazkirah 'rajin + usaha tangga kejayaan'. Makan tengahari jadi medan debat bila tak tahu kedai mana nak disasarkan nafsu perut. Petang buat janji nak berjogging tapi selalunya dimungkirkan dengan tidur. Tinggal lagi malam buat pillow talk dengan random issue = =

Macam mana tak menangis? Dengan semua jadual x rasmi yang dah menjadi rutin? Yang bila kewujudan tu dah jadi semacam kewajiban, bila bangun pagi mesti ditengok dia, dan nak tidur malam harus didengar suara dia? Mohon kekuatan.

But time flies. Everyone grows. And bonds are strengthen by troubles and hardships. And distance only 'll make us love each other more, since we'll be missing each other more. InsyaAllah.

Jadi, kawan-kawan sebenarnya bukan perkara biasa dalam hidup. They are the miracles we don't realize are happening. The one we're unable to see how precious they could be. They are the bright sky we didn't appreciate, and only missed when it rains. They are those small things gathered together, forming a titanic gift that again, we didn't see. They are those things.

So people, appreciate people around you. They might not seem important, but they may have taught us something we didn't realize. Don't miss the water when the well already runs dry. Don't miss the chance to show them they are special, because they are.

Dedicated to these beauties: Yan, Wawa, Sarah, Etiq, Tasya, Chuya, Yaya, Jas, Sha, Farha, Nana, Kak Sue, Diyana, Faz, Nori, Ain, Fizah. Thanks for bearing with me and my annoyingly spoiled attitude. Heart you girlfriends!

Monday, February 3, 2014

Upon change.

Melepak di ComLab tanpa tujuan. Eh, ada tujuan sebenarnya. Bayar semester registration fee dan buat semester registration. Tapi, memandangkan registration fee tu belum di update, esoklah baru dapat buat semester registration nampak gayanya. Hmm, kenapa buat semester registration lambat sangat ni? Adalah sebabnya. Takkan lah sesenang hati aje nak mencari masalah kan. Tu namanya dah puas hidup dalam nikmat. [Monolog dalaman: tapi masalah tu kan cabaran, hidup dalam cabaran pun best ape :P] shaddap youu encik hati!! Saja la tu nak bagi aii stress.

Ehem.

Hai. Assalamualaikum. Lama benar tak menjengah blog ni. Cliche sangat kalau nak kata blog ni dah berhabuk lah, bersawang lah. Selalu sangat tu orang buat. But seriously, I mean no harm. Tak marah pun orang nak taip macam tu kat blog diorang. Hak masing-masing kan. Eh dah melalut. Pantang bagi ruang buat explanation sungguh lah.

Bercakap tentang hidup. Rasanya tak ada apa yang menarik pun. Selain daripada Puan Mama yang dari start cuti sampailah dah masuk semester baru ni, hari-hari duk bagi hint tentang jodoh. "Angah, anak makcik ni dah kahwin.", "Angah, minggu depan orang depan ni nak tunang.", "Angah, anak orang sebelah yang kahwin ujung tahun haritu dah nak dapat anak pun," dan bermacam macam lagi. Aiseyman, macam lah anak mama ni dah cukup syarat orang nak buat stok bini pun. Masak nasik pun hangit lagi mama. Tak pun terlebih air. Kahkah. Kan dah terbukak pekung sendiri.

Tapi, kalau buat alasan ni depan mama, haruslah bersedia untuk tadah telinga paling kurang sehari. Nanti mama cakap, "Kahwin tu sendiri proses belajar macam mana jadi isteri yang baik, menantu yang baik. Nanti dah dapat anak, belajar jadi ibu yang baik. Ada ke orang belajar macam mana nak jadi ibu sebelum ada anak sendiri? Yang penting hati. Iman. Kata nak bina Baitul Muslim? Macam mana nak bersedia untuk rumahtangga, kalau sehari tak main internet pun lemah lesu macam tak makan seminggu. Memanglah tak kenyang suami tu kalau bini asyik menghadap internet sehari suntuk."

Dushh. Kena sebijik atas dahi. Memang seronok kena tarbiah free cenggitu. Menusuk tangkai jantung sungguh. Tapi anak mama yang rock ni memang tak makan saman lah kan. Siap boleh buat lawak bodoh lagi time tu.  :D

Tapi, tak payah tunggu nak renung muhasabah pun, dah tau niat mama baik. Apa yang mama cakap pun, mostly benar. [kecuali part internet sehari suntuk Itu hiperbola. Harap maklum.] Nak berumah tangga, kena sediakan mental yang matang, iman yang mantap. Rumah tangga bukan untuk kebahagiaan dunia aje, tapi untuk kebaikan di akhirat jugak. Katalah kalau dapat suami baik, perfect di mata mana-mana isteri pun, tak nak ke bercinta dengan dia lagi kat syurga? Kan seronok, kalau rasa bahagia tu berterusan, walaupun nyawa dah terputus dari badan. Kalau Allah SWT izin masuk syurga, berganda-ganda seronok tu kalau orang yang kita sayang pun masuk sekali, berpimpin tangan, sekali lagi berumah tangga dengan dia di destinasi abadi.

Jadi, dari hari ini, saat ini, sentiasalah jadikan setiap hari lebih baik. Memang mustahil untuk ubah apa yang dah sebati dalam diri dengan sekelip mata aje, lebih-lebih lagi kalau melibatkan nafsu. Adeeeee aje bisikan bisikan jahat tu kalau kita nak jadi baik kan? Biasalah tu. Jalan mujahadah memang bukan mudah, tapi kesudahannya indah. Allah tak akan sia-siakan usaha hambaNya, kan? Bersangka baiklah dengan Dia. Apa yang penting; niat untuk berubah. Dan mengusahakan diri ke arah perubahan tu. Siapa tahu, nanti kita dijodohkan dengan orang yang memang tak pernah tersangka pun kita layak dapat?

#keep having faith.

Wednesday, February 6, 2013

Bangkit.

"Walaupun tangisan menderu dalam hati, aku tetap mahu cuba senyum di mata dunia. Sebab aku tak mahu tarik warni dunia jadi kelam dan debu. Aku mahu cuba untuk bina kekuatan dengan senyum."

Assalamualaikum. :)

Lama tak menaip. Rasa janggal. Selalu bukak blog, ada idea, tapi teknik menaip macam kosong. Tutup balik blogspot. Membazir nikmat waktu dalam tak sedar. -__-"

Cerita tentang new experiences. Banyak. Tapi tak tahu macam mana nak lagukan dalam tulisan. Kenapa entah.

Maybe sebab takut. Takut kalau buat random spilling, everything would turn out waaaa~~aaay too melodramatic and boleh buat sobbing materials. Biasalah drama queen memang macam tu. So lebih baik mengelak. Haha :D

Ataupun sebab rasa takut orang tahu yang aku ni sebenarnya lemah, maybe? Tak macho lah kalau asyik spill masalah aja. Bukannya hidup orang lain tu semuanya fairytale kan? Setiap orang mesti ada masalah sendiri. Kita aja yang tak tahu.

Cuma, setiap kali hati diredam masalah sampai terasa tak mampu nak bangkit berdiri, gagahkanlah. Kalau tak bangun, macam mana nak melangkah ke arah cahaya? There's always light at the end of every tunnel. You just need to gather up all the strength and keep moving on. Ingat janji Allah dalam surah Al-Insyirah, ayat 7: "Sesungguhnya pada setiap kesusahan itu ada kesenangan."

Mungkin journey tu terasa lama. Mungkin Allah SWT sengaja lukiskan takdir kita begitu. Tapi selagi kita bertahan dan terus melangkah, tak nampak ke yang kita sebenarnya semakin tabah dan kuat? :) Allah SWT itu cantik caranya mengajar kita. Tak ditunjukkan kita kesusahan itu macam mana. Terus diuji dengan kadar kemampuan hambaNya. Kan senang, bila belajar melalui pengalaman? :)

Bukan tak boleh nak bersedih langsung. Menipulah kan. Manusia kan dicipta dengan fitrah perasaan yang mudah tersentuh. Lebih-lebih lagi perempuan. Ada masanya, kita memang perlu menangis. Lepaskan semua kesedihan tu. Kadang-kadang, ia buat hati rasa lebih ringan. Rasa lebih senang nak decide untuk let go semua punca kesedihan tu sendiri.

Menangis itu baik. Meratap dan merintih itu tidak. Tak baik untuk hati dan perasaan sendiri. Jadi, menangis dan lepaskan. Jangan pendam dan jangan tarik kesedihan tu untuk beraja dalam hati. Sekejap sudah cukup. Kerana Allah SWT pesan dalam surah Al-Anfal, ayat 40: "...jangan bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kalian..." :)

Sometimes being strong enough to let go is the best remedy for a broken heart.

It's the only choice after all :)

What to do then? After all the sobbing story?

Easy. Continue your journey. Teruskan melangkah. Lukis cerita baru. Warnakan kanvas hidup dengan corak yang kita pilih sendiri. Biar ada hikayat untuk dilipur larakan pada generasi. Yang penting, kita belajar dari apa yang silap. Bangkit dari kejatuhan. Bagaimana kita usahakan untuk sampai ke destinasi itu yang penting, bukan destinasi itu sendiri. Biarlah jalan kita lebih panjang dan penuh duri, nanti kita akan keluar sebagai insan yang ampuh dengan kesakitan. :)

Hidup dalam fairytale tak indah mana pun. Sebab kita tak ada ruang untuk belajar baiki motivasi diri. :)

p/s: kutip ceraian hati. Bentuk hati baru yang lebih baik :)

Monday, November 19, 2012

Bersyukurlah.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri nikmat sihat hari ini.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri peluang untuk beribadah hari ini.

Alhamdulillah, 
Masih Allah beri ruang untuk perbaiki diri.

Alhamdulillah,
Masih Allah tegur, dimana kurangnya aku sebagai hamba.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri nikmat aman pada Malaysia sekarang ini.

Alhamdulillah,
Masih Allah ingatkan aku untuk bersiap menghadapi mati.

Alhamdulillah,
Masih Allah beri aku nikmat beribu bapa.

Alhamdulillah, 
Masih Allah sayang aku dengan nikmat saudara.

Alhamdulillah,
Masih Allah kasihkan aku dan beri aku sahabat2 sejati.

Alhamdulillah,
Masih Allah kurniakan aku sihat untuk menjalani baki usia.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Tak akan pernah aku berhenti bersyukur pada segala nikmat ini Ya Allah.

Tak akan mungkin pernah.

Sombong lah aku,
Riak lah aku,
Takbur lah aku,
Jahilnya aku.

Andai pernah aku berhenti mensyukuri nikmat dari engkau.

Semoga tak akan pernah Kau tarik nyawaku,
sebelum aku sempat bersedia menghadapi mizanMu.

Wahai Allah,
Tuhan yang maha mendengar dan memperkenankan doa hamba Nya.

Saturday, November 17, 2012

Tears.

O Allah,
I see tears today.
As of the ones I see yesterday.
And many days before.

I see a man,
Running from the bomb dropped in front of his feet,
But not backing, and still trying to win against the army.
Is it the army of men?
No, its the Shaytan in the face of a man.

I glance to the side,
And see a woman.
Grieving over a small body in front of her,
Covered with blood,
And does not seem to breathe anymore.

I stole the sight of another direction,
Wonderful children sitting on earth,
with eyes filled with determination
I see them study under the hot blaze.
before I heard sound of deadly call.

Everything goes dark.

When eyes open,
I want to see them again.
But what's left was dust.
Pieces of clothes.
And bleeding soil.

I can't watch it anymore.
I can't watch these anymore.

O Allah,
protector of all living.
Please let me have the chance to set my feet on Gaza,
and lend me the strength to do anything I can
to help our family there.

Thursday, November 15, 2012

Kerana aku masih sedang mencuba.

~Bukan mudah untuk berubah, tapi lebih susah untuk kekal dalam lembah yang makin usang.

Assalamualaikum.

Aku rasa, mula dengan post ini, aku akan menaip dengan nada yang bukan aku. Ritma yang bukan aku. Dan stigma yang bukan aku. Kerana aku rasa, sehingga fasa perubahan ini selesai, aku tidak harus menjadi aku yang lama, dan belum pantas menjadi aku yang baharu. Titik.

Boleh buat skrip pentas tak? :3 hahaha

Lama tak jumpa. Hai blog, hai readers. Nak kata xdatang menaip sebab tak ada internet, itu menipu la namanya. Duduk rumah sewa internet laju masyaAllah. Tak study haku. Idea pon ade la jugak...tapi time2 ade idea tu la jari jemari ni pulak yang malas menaip. Time tangan dah gatal gatal nak menaip, otak tiba-tiba blank. Kosong tak ada apa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
macam sekarang. Tajuk tadi apa ea?

Tuesday, October 2, 2012

Because you are a FRIEND.

If you have a problem, you know you can solve it by yourself. By hook or by crook, you just have to. Get off a cliff if you have to. But when the problem comes from your friend, now what should you do? The problem is not initially from you right?

Here's the situation.

I don't effin' care what are you going to do with your life. Like it was related to mine. Let me tell you once: it doesn't. And I don't care if you want to handle it your way. I don't care how many time you lied to your parents. I don't care how many times have you lied to us. Shit on our face. I just don't care. I know I used to care but not anymore. Not after all this time we care and you keep on lying and pretending. So I just don't care anymore. You want to know why?

Because we used to think you just need some space, some time to sit back and relax. Reflect. On whatever you do. But you did not. You're so happy we let you do what you want and you've fallen deeper than ever. And do you know what hurts most? When you lied to us and we found out about it, and you know we know about the lie but you kept on lying like a boss. Stupidity level at it's best.

So please. Please don't drag me in. I have my own life and situation to be taken care of. I want to get rid of you but I just can't. Because you are a friend, and friends stick together no matter what. I wanted to tell you how much I miss the old you, and how much I missed the time we spent together. If only you knew how I want the friend I used to know back when we were still freshmen here. Talking on everything: crush, gossiping, assignments. Spending some valuable sleeping moments revising for test. Hopping around in midnight city after tests. Catching late night movies. All those happy moments.



Don't you cherish it like I do?


I really miss you, friend. :'(

Wednesday, September 12, 2012

Still falling for you


I NEVER KNEW WHEN DID I START LOVING YOU,
BUT THE MOMENT I KNOW I’VE DROWNED TOO DEEP TO BE SAVED.

MAYBE IT WAS WHEN I SEE YOU ON STAGE,
PLAYING THAT MUSICAL INSTRUMENT YOU LOVE,
BECAUSE I KEPT ON LONGING FOR MORE EVER SINCE.

OR MAYBE WHEN I HEARD YOU ARE IN A RELATIONSHIP,
BECAUSE I FELL QUITE HARD ONTO MY FEET.

OR WHEN EVERYTIME I SEE YOU WITH HER,
MY HEART WAS TORN INTO PIECES,
AND I CAN HARDLY BREATHE.

OR WAS IT WHEN I HEARD OF YOUR BREAK-UP,
THAT I WAS FEELING UPSET BECAUSE YOU HURT SO MUCH.

AND MAYBE IT WAS THAT TIME WHEN WE MET,
AND YOU SHOWER ME WITH YOUR SMILE,
I HAVE GLITTERS IN MY HEART,
I THOUGHT I SEE YOUR EYES SPARKLING.


OR MAYBE IT WASN’T ALL THOSE MOMENTS,
MAYBE I DON’T NEED A REASON,
YOU JUST MAKE ME FALL FOR YOU.



YEAH. YOU READ IT RIGHT.
I WAS, AND STILL AM FALLING FOR YOU.

Friday, August 10, 2012

Kawan

dalam sejuta kawan.

banyak yang akan datang waktu kau senang.

separuh dari yang banyak itu, mungkin akan muncul waktu kau susah.

tapi dalam yang separuh tu, berapa banyak yang akan datang seka air mata kau?

berapa mulut yang akan senyum dan pujuk kau?

berapa tangan yang akan tarik kau?

berapa banyak yang mampu tenangkan hati kau?

permata permata ni,
mutiara mutiara ni,
tak akan pernah kau nampak,
sampai saat jatuhnya ujian berat atas bahu kau.

permata permata ni,
mutiara mutiara ni,
sinarnya tak kan kau lihat,
sampai kau betul jatuh dalam gelap.

hari ni,
aku jumpa permata aku.
mutiara aku.
dalam sentuhan kalbu seorang kawan.
yang selama ni aku sangkakan.
cuma biasa sebagai insan.

rupanya aku punya permata istimewa.
aku yang tak nampak.

butanya aku.

Saturday, July 7, 2012

Annoying: Them, or you?

Assalamualaikum :)


Kalau korang ade kawan yang annoying, apa yang korang akan buat?

Kalau khalis, ini yang khalis akan buat: first thing first, khalis jadi sedar diri, yang annoying tu sebenarnya bukan dia, tapi khalis sendiri. Seriously, who are you to say your friend tu annoying ke tak? If she really is, point yourself to the mirror and belek balik diri seniri tu. Are you good enough? When you have one annoying person in your friend collection, you must have been something like them, kan? Sape yang akan kawan dengan orang yang dia rasa tak boleh nak 'masuk' dengan dia punya thinking style, kan? I don't know about others, but I won't be able to get close with people that have a 360degree turn of life works from me. Bukan nak menyombong, dan khalis bukan jenis suka pilih kawan, but khalis pilih dengan siapa khalis patut rapat. Well, kalau itu adalah sombong pada pandangan anda, khalis tak mampu nak cakap ape la. Maaf. :)

Kenapa tiba tiba keluar cerita pasal kawan yang annoying pulak ni khalis??

Baiklah, mari kita mulakan lipur lara. *pukul kompang dan rebana*

Ini pasal khalis sendiri. Tentang bagaimana khalis salah anggap tentang seorang kawan. Dan khalis menyesal. Semoga masih ada ruang untuk khalis cuba baiki apa yang salah. Tulisan di sini insyaAllah jadi a gentle reminder buat khalis supaya apa yang dah pernah jadi takkan berulang lagi.

Jangan cuba aksi ini dirumah.*eh?*

khalis kenal dia masa semester dua khalis kat melaka ni. Kami dalam persatuan yang sama. Kami jadi rapat pun sebab dia yang ramah tegur khalis dulu. Sebab  khalis ni memang tak reti langsung nak menegur orang or start a friendly conversation [yeah call me annoying for that -_-"] , she take a good first step. Naiss kan dia? :) And we became good friends later on. Tapi dalam persatuan aje la. Sebab kami amik course yang berbeza, dan dia dah dalam semester 4 mase tu. Still, we are good friends when it comes to club matter. Kadang-kadang, bila balik dari latihan kelab, kitorang lepak kat tangga hostel dan cakap cakap about many things. Pasal family, study, kawan kawan. Almost all. Pelik kan? Jumpa seminggu sekali masa aktiviti persatuan and still being able to talk about anything.

But somehow, perasaan senang tu kadang kadang bertukar jugak jadi marah menyampah dan tak puas hati. Sebab dia terlalu relying on people. And rasa macam tak boleh nak buat apa apa langsung. Jahat kan khalis? -_-" Biasa la manusia. Masa fikir benda benda macam tu khalis tak rasa pun khalis ni jahat, rasa macam khalis aja yang betul semua. But khalis tak penah tunjuk perasaan tak senang tu kat dia, I still have some heart and respect to people, lagipun dia mana ada buat any major mistakes kat khalis pun, khalis sendiri yang tak senang, so kenapa nak tunjuk tak puas hati kat dia pulak kan? Tapi, makin lama khalis jadi makin boring. Sebab dia terlalu banyak cakap. Dia tengok anything kat internet pun dia nak paksa sampai khalis tengok baru dia berhenti. Kadang kadang isu yang tak perlu nak panjang panjang pun dia cakap sampai setengah jam. Bila dia dah stop cakap pasal benda tu, tak sampai 5 saat diam pun dia dah sambung balik, even though I didn't reply anything. 


Masa ni la baru khalis nampak betapa jahatnya khalis ni. Kadang kadang khalis sengaja ignore apa yang dia cakap sebab malas nak layan, kalau layan melarat larat pulak sampai berjam jam. khalis ni ada masalah short attention span, kalau dia cakap tak sampai 5 minit pun khalis dah sampai laut merah. Lagipun khalis ni amat amat lah tak suka kalau orang ganggu khalis waktu khalis tengah membaca. Sampai I don't even know nak concentrate mana satu..nak dengar apa yang dia cakap ke nak terus baca. Kalau ikut hati yang merana dengan lahar gunung berapi tu memang nak jek terus pakai headset and buat2 tak dengar. Tapi khalis tak sampai hati sungguh, sebab dia baik sangat. Cuma itu laa..nak cakap kat dia tak sampai hati tapi kalau pendam lama lama makan diri.

Tapi just now, dia ada cakap macam ni, "cakap dengan khalis, macam cakap dengan dinding,"
And we fought.
khalis cakap kat dia, "Orang tak bercakap masa makan, tak senonoh. Habiskan nasi tu dulu lepas tu baru sambung cakap dengan khalis,"
And dia pun balas balik, "Some people tak ada masa nak cakap dengan family. Nak jumpa dengan family pun susah, kalau jumpa pun masa makan, so that's why. I'm used to talk to my family masa tengah makan,"
And khalis pon macam nak terus blow up, MASALAHNYA KITA JUMPA HARI HARI TAU TAK?!!! Tapi dalam hati jek khalis cakap macam tu dan khalis terus senyap, biar aje dia nak menceceh ape ape yang dia suka.

Later on baru khalis perasan, betapa buruknya hati khalis. Sampai hati khalis buat macam tu kat kawan sendiri. Bukan sehari dua khalis kenal dia, dah 3 semester, still khalis tak mampu lagi nak kawan dengan dia dengan tulus hati. Bila sampai saat khalis fikir balik, rasa macam nak menangis sebab sanggup buat macam tu kat dia. Mungkin betul apa yang dia kata. Dia jarang jumpa family, mak ayah dia sibuk, jumpa pun masa makan, itu pun kadang kadang tak jumpa. khalis baru sedar, mungkin selama ni, dia banyak cakap dengan khalis, sebab dia percayakan khalis, dan sebab dia dah tak tau nak cakap dengan sape. Saat ni, baru khalis nampak betapa jauh beza dia dengan khalis; dia percayakan khalis sepenuh hati, khalis pulak? Dengar apa yang dia cakap pun separuh hati, kadang kadang sengaja buat tak dengar langsung. Buruknya perangai khalis. Nak mengaku khalis ni kawan dia pun rasa tak sanggup dah. Tak layak pun nak jadi kawan sape2 rasanya. T^T

M,
Awak selalu banyak cakap dengan saya, awak selalu bercerita dengan saya, awak selalu beritahu saya pasal benda benda menarik, awak selalu tunjuk kat saya page FB yang jual aksesori cantik cantik (walaupun saya sebenarnya xminat pon nak beli charm bracelet or anything -_-" ) awak selalu tanya saya ada cite ape ape tak yang saya nak mintak tolong awak downloadkan, awak selalu beritahu saya; kawan tu rezeki, diorang go through with you ups n down and you have to appreciate those who come into your life, awak banyak tanya kalau nampak saya down, awak ada masa saya menangis sebab grade saya jatuh, awak hulur tangan masa saya takut saya dah tak mampu nak carry on. Awak buat banyak benda untuk saya, tapi apa yang saya buat untuk awak? Saya tak tau!


M, 
Awak tak tau pun saya ada blog, dan saya pun tak mahu awak tau ia wujud. Sebab saya malu, sebab saya ego. Sebab saya tak mau awak tahu saya malu nak minta maaf dengan awak depan depan. Sebab saya tak mau awak tau apa yang saya cakap. Sebab saya harap saya boleh start balik dengan attitude yang lebih baik. Sebab saya nak jadi kawan yang lebih baik dari apa yang saya harap saya boleh jadi. Dan saya tak mahu awak tahu saya sedang mencuba. Biar awak cuma nampak saya yang perfect. Saya jahat kan? Untuk yang ini, saya tak mahu toleransi. Please.

M,
Terima kasih sebab selalu ada. InsyaAllah, saya akan jadi lebih baik dari saya yang hari ini. Terima kasih sebab tunjukkan kat saya betapa teruknya attitude saya selama ni. Terima kasih sebab bangunkan saya dari fantasi dan buat saya kembali ke realiti. Jom makan kat Seoul Garden? ^_^

Terima kasih sebab jadi kawan saya, M. :')

Monday, May 14, 2012

Short update..er..not actually..maybe it's just random.

Assalamualaikum.

Ok short and quick update. I promise.

Eh apehal? Login blogspot setahun sekali pon nak short update. Tak guno ado blog. *Rintihan dari blog.

Ewah.
Orang login pon mujur tahu?? :P Banyak songeh pulak nak komplen. Lempang sedas karang free jek.

Aih, aih tersasar dari jalan yang benar dah ni.

Oke la. Intro pon dah merapu..lama sangat tak menulis otak pon dah tepu asyik taip backspace taip backspace taip backspace jek dari tadi. Wah banyak betul taip backspace kat situ. Ahha. Sikit pon tak typo hebat x? *padahal copy paste aje pon. Berlagak tak nak kalah* Ha, tengok, dah lari topik lagi.

Ok la. Otak sebenanye dah tak berapa nak betul actually sebab minggu exam melanda lagi. Baiklah soalan tibatiba, berapa lamakah khalis tidak update blog?
Soalan mudah jawapan jelas. Kalau last entry pasal habis exam dan balik kampung, dan entry sekarang khalis sedang giat berperang dengan final exam lagi, apakah tandanya tu? Tandanya satu semester khalis di Melaka ni seulas senyuman pon khalis tak bagi dekat blog ni. Huhuk. Iye blog sila sedih sebab nasib kau malang dapat  tuan malas macam kacang hantu ni.[eh?] Malas macam kacang hantu? Menangis cikgu BM khalis kalau dia baca ni. Haha XD

Hari ni, takde buat apa. Hanya bermalasan di atas katil menternak lemak yang semakin membukit ni *balik rumah nanti tak tau la jadi apa, gajah pon menangis kalau tengok agaknya* sambil baca nota Food Chemistry untuk paper esok. Sambil bukak FB tengok noti. Sambil baca blog orang. Sambil search lirik lagu. Sambil dengar lagu Anis Suraya. Amboi study satu jek kat situ, lain semua main2. Ini nak grad ke tak mahu, khalis?? Mahu lah! :P Aha. Nak buat macam mana, khalis ni ada masalah kalau nak concentrate baca note lama-lama. Sebab I have a practical hand and mind. Masuk lab buat eksperimen tu memang favourite. Suruh buat site visit seminggu tujuh hari pon tak apa. But theoretical stuffs and reading materials ni memang macam ubat tido dah. Tak payah pakai ubat batuk pon takpe. Baca novel 4 biji lulus lagi rasanya kalau nak dibandingkan dengan baca nota 1 chapter. So, attention span pun macam itulah. Baca nota dua minit tengok FB setengah jam. Apa yang ada kat FB tu pon tak tahu la. Aduhai.

Oi khalis mana short entry nya?? Belum masuk isi dah berkajang kajang ni. Intro pon dah penuh page. Aisey sorry, tak disengajakan la tu. :P

Short entry nya, mood nak study dah hilang sebab dengar berita tak berapa nak elok. Kan elok kalau khalis tak dengar berita tu? Nasib baik paper esok petang. Boleh la nak study lama sikit. Kalau pagi? Haru la nak membaca nota banyak2 tu dengan perasaan tak tentu arah ni. Berita apa, tak perlu la khalis nak cerita kat sini. Bukannya teruk pon, saja khalis nak buat havoc. Ehe. Untung-untung, menaip kat sini boleh buat perasaan tak senang tu hilang, so boleh la khalis habiskan study. Kan? Well, maybe it's the best choice of therapy I had since kat sini khalis tak ada bantal peluk yang selalu jadi mangsa tumbuk terajang. Bahagia la bantal tu kat rumah sebab khalis tak ada. Tak apa bantal, tunggu ye, khalis balik 22hb ni InsyaAllah. Tunggu la. Nanti kita habiskan waktu indah bersama sama. HAHA :D

Dah short entry, walaupun..err..tak berapa nak short sangat..ehe. khalis nak sambung study la..takut esok keluar hall menangis pulak kan tak tau nak jawab apa. Dr Manan punya la baik, I should have at least tried not to disappoint him. :) To all my friends out there yang dah exam, tengah exam or akan ambil exam, gud luck and all the best!! ;) Jangan pernah menyerah kalah untuk apa pun, because on every failure, you will come out standing even taller than before.

Selamat maju jaya! [pehal ayat macam motto sekolah ni ?!]

Saturday, December 17, 2011

Long. Random.

Assalamualaikum :)

Uhuk uhuk. See..dah berhabuk dah blog ni, lama sangat ditinggalkan.

So, here I am [again] to tell a fairytale after a very long period of silence.

I'm sorry I'm sorry I'm sorry.

I know three was not enough but tulis banyak banyak nanti jadi boring pulak kan? Hee.

khalis dah start cuti semester dari bulan 11 haritu, to be exact, 25hb November 2011. Dan disebabkan kekangan-kekangan yang hadir bertubi-tubi tanpa dipinta, maka jadi la hari ini baru dapat mengepos entry baru. Nak cerita satu satu macam banyak pulak, tapi disebabkan itu la fasalnya yang khalis menaip hari ni, mungkin entry ini akan jadi agak panjang. Haih, selalu macam ni kan? Entry panjang entry panjang, last last secotet jugak yang khalis taip. Hohoho.

Oke, mula dengan hari hari gemilang khalis memulakan cuti dengan semangat berkobar kobar. Konon kononnya cuti yang sebulan setengah ini jadi medan khalis mengasah bakat memasak kuih muih tradisional melayu tapi baru aje belajar dua jenis kuih, semangat dah meluntur. Haha, hangat hangat t**k ayam betul la khalis ni kan. [Ayat terpaksa di'censored' untuk memastikan kualiti kesucian blog ini terjamin. kehkeh.] Jadi, yang baru khalis belajar; buat kuih lapis dengan kuih bunga durian. Oke, kuih lapis tu khalis pasti semua orang tau macam mana rupanya. Kuih bunga durian tu, ade jugak orang panggil kuih bunga ros, ade yang panggil kuih goyang. Em..orang lama lama cam mak tok khalis panggil kuih boyang...nasib baik bukan bonang kan? Kalau tak macam main caklempong la pulak kat dapur rumah tu. Ade lagi nama dia, tapi khalis dah lupe pulak. Hehe. Hah, khalis tak pecahkan dapur rumah sendiri tau? khalis pegi ajak mak tok khalis bersilat sekali...mak tok pon dah lama tak masuk dapur, jadi sekali sekala khalis sebagai cucu mithali haruslah membantu menghangatkan dapur mak tok dengan riuh pagi era khalis ni kan? Heheh. Gambar takde ye, card reader khalis jammed dan belum di ganti. Kalau elok pon tak ingin khalis letak hasil keganasan khalis kat dalam ni, nanti kalau korang jumpa kuih tu kat mana-mana trauma pulak, hasil kerja khalis punya pasal. Tak mau la. :P

Oke, bila semangat untuk belajar kuih muih tradisional dari mak tok dah meluntur, khalis hanya bermalasan di rumah. Sudah tentu la bila begini khalis ada banyak waktu untuk berfacebook berblog dan segalanya yang berkaitan dengan internet ni. Tapi, masalah datang bila modem jalur lebar [aiwah maju bahasa melayu khalis macam ni ;) ] buat masalah. Puas la khalis cuba install-uninstall-install-uninstall tapi tak dapat-dapat jugak. so khalis cuba rileks dulu. Tambah-tambah hujung minggu tu khalis kena pergi rumah mak saudara sebab ada majlis makan makan sempena hari lahir adik sepupu khalis. Balik dari rumah mak saudara khalis tu baru khalis ajak Ma pergi Celcom centre. Takde penyelesaian, cuma harus beli pakej broadband baru. Modem baru harga RM 200++. Pakej baru yang 1.5GB baru RM150. Okey, khalis amik pakej baru aje la terima kasih. Duit elaun habis di situ sahaja. Dah la baru setel baki bayaran bulanan broadband. Ada baki RM 20+ dalam line lama, tapi khalis dah kena potong line tu sebab dah pakai line baru. Takpela, nanti masuk bil baru ni, orang Celcom tu cakap baki yang tinggal akan transfer masuk akaun baru. Mujur, kalau tak khalis da xmau pakai Celcom lagi. Dah la seminggu lepas tu kena tipu dengan Celcom. APA? Call maxis selama 3minit potong 6 ringgit??! Ye, bapak saya tauke balak. Saya tau, lain kali potong la RM 10 terus. Senang. Lepas tu saya topap seratus jek. Sepuluh ringgit sedekah dekat Celcom jek setiap kali topap :P

Hari Jumaat sebelum majlis tu, khalis jadi babysitter adik2 dekat rumah. Adik khalis yang no 5 masuk maahad dekat Jerantut, so Ma n Abah pegi hantar sekali dengan KakLong n Abang Long. Tinggal la khalis dengan yang ceding2 semata di rumah. Maka sempat la sehari khalis berlagak permaisuri berjaya. HAHA. khalis kat rumah memasak jek, kemas rumah dan yang selainnya khalis dera yang halus-halus itulah. Xpe, ini latihan menjadi surirumah berjaya wahai adik-adikku sayang. Kehkeh. Ala, bukan selalu pon dapat dera mereka dengan jayanya, kesempatan yang ada ni harus dimanfaatkan dengan betul dan berkualiti.

Hari Ahad yang lepas itu pulak, khalis naik bas ke Melaka. Ada bengkel keusahawanan kat Port Dickson. 12hb hingga 14 hb bertempat di Selesa Beach Resort. Best jugak pegi sana, dapat kawan baru, tapi xdapat contact diorang. Entah kenapa la waktu itu khalis sampai boleh terlupa nak mintak contact mereka. Aish. Tapi yang syoknya, banyak aktiviti kumpulan. Kena buat presentation lagi. Cuma yang xsyok, khalis rasa the whole program ni macam tak met the objectives sangat. Iye la, kata bengkel keusahawanan, tapi sebenarnya lebih kepada memperkenalkan program baru universiti jek. But overall, not bad la...Petang hari kedua tu, kami sebagai peserta program ni dilepaskan lebih awal daripada waktu yang dijadualkan. Aiseh, dilepaskan tu..macam kambing terlepas dari kandang jek. Haha. Anyhow, petang tu memang best! Sebab khalis dapat pegi main banana boat.! Ehehe. Maunya tak seronok, tu kali pertama main nye. Selama ni khalis cuma dengar kawan-kawan cerita. First time jatuh dari mendalah tu, rasa macam da lemas taim2 tu jugak, sebab xreti jatuh. Abang yang bawak bot tu dah pesan, nanti nak jatuh lepaskan pemegang, tapi khalis lupa apa yang dia  pesan, sebab excited sangat! Kesannya, hidung mata mulut sume masuk air laut;  masin! Nasib baik malam itu masih bernafas untuk satu slot program lagi.

Masa menunggu bas di Melaka Central yang memakan masa hampir enam jam selepas tambah tolak darab dan bahagi, khalis ditemani Mustaqim dan Syaiful. Dua dua junior khalis. Haha, junior la sangat. Si Mus nak balik Penang, bas pukul 9malam, khalis punya bas pukul 930malam. Syaiful pulak balik umah pakcik dia kat Ayer Keroh. Asalnya Mus pon nak join Syaiful, tapi dia pegi merayap pulak. Bila pakcik Syaiful datang dia takde, kena la dia beli tiket balik Penang sebab Syaiful tinggal jek dia kat stesen bas tu. HAHA. Kesian kan? Ape la diorang ni :D Tapi mujur la, at least takde la boring sangat khalis kat stesen bas tu sorang sorang macam kera sumbang. Tapi xpe, kalau Mus balik dengan Syaiful pon, khalis ade Dr Danial dan bukunya sebagai peneman. Kahkah. Sementara khalis tunggu bas tu, sempat la dengar Mus cerita pasal produk yang dia dengan Syaiful and sorang lagi kawan diorang tengah usahakan. Korang penah dengar pasal Magic Mug? Hah, itu la produk diorang. khalis dengar dia cerita haritu pon macam kool jek. Nak satu lah. Ehehe. Sila lah like page Kruk Kruk Enterprise untuk lebih info. Eceh sempat pulak promote.

Tapi, cerita tentang perjalanan pulang tak habis disitu sahaja. Masa khalis naik bas, ditakdirkan khalis duduk sebelah sorang nenek. Well actually, masa khalis nampak nenek tu time tunggu bas, I did think that this one grandma was sort of..unique. In her own way. Takde la dia punya dressing sangat menyerlah atau ape, tapi dia ada some kind of weird attitude. Weird macam mana? Hmm...macam ni. I think she travelled with her daughter and her friend. But nenek ni, senyap aje. And she wouldn't let go of her bag. Memang la bunyinya normal kan; what's so rare about somebody being careful and cranky with their..maybe, precious stuff? khalis ni saje la tu nak propa :P Ok2, being careful tu tak pelik. But when anak dia sendiri mintak beg yang dia pegang sebab nak ambik her things kat dalam beg, and she don't even wanna let go, tak pelik ke tu? I'm not insisting that she's carrying something, coz she's not, cuma khalis agak gerun ngan nenek tu. Macam garang jek. Ehe. Bas jalan pukul 945, and khalis terlelap sampai 1015pm. Masa tu, nenek tu belum tido lagi. She's unpacking her bag, searching for selimut I think. Then khalis tido lagi sampai 1230, and sedar2 jek, bas dah sampai stesen bas Makmur, stesen Kuantan. khalis baru aje nak kol ma bila khalis tiba2 perasan yang nenek punya style tido sangat ohsem! She didn't lean on the seat, her back was straight, and her posture seems like a 'come alive' patung lilin! Seriously, it was kinda creepy. Even tho khalis sebenarnya nak keluar, khalis tak sampai hati la pulak nak kejutkan nenek tu. Macam kesian aje nak ganggu. Seram pun ada jugak. Tapi khalis terpaksa jugak kejutkan sebab masa tu dah dekat sangat dengan rumah, kalau tak kejutkan memang tak turun la khalis gayanya. Memang terus merayap sampai Dungun la. But Alhamdulillah. nenek tu takde la pulak celik2 mata terus strangle khalis sebab kacau tido dia. Heeee :D

Sampai rumah terus cerita dekat ma pasal nenek tu. Haha :D Ma pun xcakap apa, senyum aje la. Nak komen apa pun, ma xtengok nenek tu :)

Okey lah, post panjang dan random sampai sini aje la. Tangan pun dah letih menaip. Patah karang, xmenaip la khalis sampai bila bila. Trauma tahu?? hahaha :D

Wednesday, November 23, 2011

Selesai sudah.

Assalamualaikum. :)

situasi khalis di kolej

Apa khabar semua hari ni? Dah mandi? Petang dah ni oi, kalau xmandi memang boleh la kau kawan dengan kerbau Pak Abu kat sawah tu :P pergh skema gile soalan intro. Dah layak jadi cekgu khalis ni. Eheh.

Oke sudah merapu.

Hari ini, selesai lah sudah meneran segala isi otak sampai keluar tersembur kat atas answer sheet yang dah disediakan invigilator. Tamat lah sudah zaman zaman penyeksaan ala-ala barbarian atas diriku yang tidak berdaya ini, ah sudahlah kau khalis...buat buat lupa pulak kau ada 4 semester lagi kat tanah Melaka yang bertuah ni hoi. Uwuwu T^T bila la nak abis study? Nanti dah abis study pulak wajib buat muka tercengang eh aku dah habis study rupanya. Tak sangka tak sangka. Cis, hipokrit.

Semester depan, siap sedia lah nak berperang dengan subjek subjek baru khalis. Mungkin senang, dan mungkin jugak senang. [Eh apehal?] Ayat psiko diri sendiri tuh dah jangan nak suruh betulkan! :P Tak senang tahu nak teruskan hidup dengan segala bagai nota kalau dalam otak tu duk kepit ayat susah-susah-susah-susah-susah [Pehal banyak sangat susah ni??] 24jam. Nak kentut pon susah tau, lagi-lagi kalau duk tengah ramai orang. Cer bagitau ape yang senang dalam dunia ni?? Nak tahu jugak. *buat muka curious*

Hari ni. Habis paper pergi beli makan tengahari sambil ambil clearance form. Iyelah dah nak balik takkanlah nak simpan lagi kunci bilik yang menyimpan kenangan asam masin ni, ohoi dah silap. Makan jeruk sangat inilah jadahnya. Cut cut, start balik. Iyelah dah nak balik takkanlah nak simpan lagi kunci bilik yang menyimpan kenangan masam manis ni. Nanti kena bayar denda tak pun bayar terus untuk dua bulan cuti hah tak ke naya tu? Jauhlah jauhlah. Poket tengah rabak ni. Huhuk. Tak dapatla nak tengok 2PM joget joget lagu Heartbeat kat atas pentas Jumaat ni. Uwuwu. Sape nak belanje aii tiket? Hah ni satu hal lagi. Nak wat konsert xleh tunggu Ahad ke? Kenapa nak Jumaat jugak kenapa kenapa? Tell me why!!! Eh emo pulak kau Temah. [Hek, tukar nama tetibe.]

Dan yeah, ini adalah last post khalis di MICET [untuk semester ini pastinya :) ] sebelum pulang naik bas Maraliner pagi esok. Tetibe feeling lagu Sudirman pulang. Hah tengok, teringat rumah duk panggil ''pulang pulang'' sampai typo di situ. khalis nk cakap teringat lagu Sudirman PULAK sebenarnye. Sob sob. Eh mood terbalik ni. Balik rumah mesti happy, hati riang gumbira macam dapat makan kek Secret Recipe 1kg orang belanja. Ahem. Ah, mood tiba-tiba segar macam kena sentuh embun pagi jek bila teringat rumah. Rindu. Rindu. Hah, sape yang tengah bercuti meh la bagitau khalis, kita pegi cuti ramai-ramai! Haha. Tadi kemain poket rabak la hape la. Nampak sangat la penipunye. Aiseh, mulut, eh, tangan tak boleh simpan rahsia betul!


Oke la, sampai jumpa lagi! Tata!!





nota kaki~~packing saja belum. Ehe. :P

Monday, November 21, 2011

The Smurf.

Speechless.

Tu jek mood khalis untuk cerita ni. Nampak flawless sangat. Mesej kasih sayang dan kepercayaan dalam cerita tu rasa sangat sampai.

I have nothing to review for this story but for those yang tak tengok lagi cite ni, sila lah tengok ye? Tak ruginye...



:)

Assalamualaikum. :)

Hai awak-awak yang sudi baca blog saya. :)
Sihat? Dah makan?


Dua tiga hari ini mood khalis terumbang ambing.
Cakap pendek-pendek.
Malas nak cakap banyak.

Tapi.

Hari ni rajin terlampau.
Sampaikan rajin pulak nak tukar header baru.
Tengah mood boleh la :)

Takpe, sementara tak ada apa-apa nak buat ni.
Nanti dah mood study, bersawang la blog ni.
Oh, broadband khalis masalah.
Mungkin balik rumah nanti khalis akan bercerai dengan internet.
Dan sudah tentunya; blog ini.  (T.T)

Tak apalah. nanti dah baiki broadband boleh lah rujuk balik.

Till then, sayonara.





Nota kaki~Selamat malam. :)

Sunday, November 20, 2011

Kawan, aku minta maaf.

Aku tau kau sakit hati.

Tapi aku ada sebab buat macam ni.
Aku tak nak cakap aku tak janji,
Nanti nampak macam aku nak lari.

Takpe.

Aku faham kalau kau marah,
Ye atau tak, tetap aku bersalah.
Lain kali,
Aku tak harap kau baik dengan aku lagi dah.

Tapi.

Jangan tanya aku kenapa.
Sebab tak semua benda dalam dunia,
boleh kita kongsi sama-sama.
Dua tiga hal yang mungkin ada,
Tak akan aku cerita.
Sebab ia rahsia.

Kawan,
Aku minta maaf.







Nota kaki~mata takmau tido. T.T

Friday, November 18, 2011

Adab yang tinggal.

Kau bukan budak lagi,
Aku tahu.


Pulang dari sekolah,
Kau tunggu bas.
Hari tu ramai orang.
Penuh dengan kawan-kawan kau.

Bas sampai, kau naik.
Berebut.
Pakcik, Makcik.
Semua kau tolak.
Nak duduk punya pasal.

Bas bergerak.
Kau main-main dengan loceng.
Kat depan ada kakak 30-an,
Pegang anak.

Bas berhenti.
Kawan kau nak turun.
Tanpa hint,
Tolak aku yang tengah berdiri.
Jerkah budak sekolah rendah yang berdiri dekat pintu.
Wah, memang sopan santun kawan kau.

Pintu bas tutup.
Seorang pakcik bangun.
Membebel.

"Jangan main-main dekat pintu.
Nanti jatuh."
"Lu orang tau, kenapa loceng tak bunyi?
Sebab lu orang tekan main-main."
"Jangan main loceng, bahaya orang lain."

Orang lain diam.

Tapi kau tak.
Kau buat dia macam kawan kau.

"Dah, dah. Diam."

Amboi bahasa kau.

Pakcik tu terus naik angin.
Dia sekat kau.
Dia  marah kau.

Tapi aku rasa,
dia cukup baik sebab tak terus tangankan kau.

Aku rasa kau takut.
Sebab kau turun dalam gopoh.

Lepas kau turun.
Kau tinggalkan aku dengan 1 pertanyaan.

"Mana adab kau, budak sekolah?"






Nota kaki~Adab bukan adat. Boleh ditinggal-tinggal.

Of she.

.Of She.


She is nobody.
Don't care, or she will fall.
On her feet.

She's not stupid, she's still learning.
Life is not always about what she wants,
it's about what she needs.
And how she was needed.

She's not being a snob, she's just timid.
When she don't care, she does not look down on people,
she just don't know how to react back,
and she don't think she's strong enough.

She don't know who she really is,
she's still searching for the truth.
Even though truth hurts, and reality bites.
But she still wants it.

And that one day,
she encounters love.
Still, it just a silent feeling.
She don't know yet,
but it feels like she don't know anything anymore.
She feels nothing but stupidity.

Because she's timid,
all she can do is ignore.
Because she's still searching,
she does not want to stop and stumble.
She wants to continue searching.

When she founds what she hunts,
she will stop and come back.
And make a change.

But thats,
when she founds it.

She's just nobody after all.


World don't care.




Nota kaki~Random mumble. Otak sudah penat baca pengalihan jisim. [Baca: Mass Transfer] Nite all :)

I should be working but I am here instead. (=.=")

 Hi, it's me again. In my last post I said to expect my frequent visit, but one can dream. Six years later, here I am. In yet another po...